Newskata.com, Gowa — Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Gowa kembali menunjukkan komitmennya sebagai organisasi gerakan dengan mengambil bagian dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan. Bersama Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Gowa, Polresta Gowa, serta Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Gowa, PMII Gowa melaksanakan kegiatan reboisasi dan pembagian bendera Merah Putih pada 14–16 Agustus 2026.

Kegiatan tersebut digelar dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Momentum tersebut sekaligus dimanfaatkan untuk menghubungkan semangat nasionalisme dengan kepedulian terhadap lingkungan dan keberlanjutan ruang hidup masyarakat.

Ketua PMII Cabang Gowa, Awal Nugraha, mengatakan kemerdekaan tidak semestinya hanya dimaknai melalui kegiatan seremonial, tetapi juga harus diterjemahkan dalam bentuk kerja nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Kemerdekaan harus kita isi dengan kerja-kerja nyata. Menjaga lingkungan adalah bagian dari pengabdian kepada masyarakat karena lingkungan yang baik merupakan bagian penting dari keberlangsungan hidup masyarakat. Karena itu, PMII harus hadir bukan hanya dalam ruang-ruang diskusi, tetapi juga melalui gerakan nyata di lapangan,” ujar Awal Nugraha.

Menurutnya, keterlibatan PMII dalam isu lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab mahasiswa dan pemuda untuk merespons berbagai persoalan ekologis yang terjadi di tengah masyarakat.

“Menanam pohon mungkin terlihat sederhana, tetapi di dalamnya ada pesan tentang keberlanjutan. Kita sedang berbicara tentang bagaimana ruang hidup hari ini tetap dapat dinikmati oleh generasi yang akan datang,” lanjutnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Advokasi, HAM dan Lingkungan Hidup PMII Cabang Gowa, Andi Ikky Fernando, menilai persoalan lingkungan tidak dapat dipisahkan dari persoalan hak asasi manusia.

“Lingkungan hidup yang baik dan sehat bukan hanya persoalan ekologis, tetapi juga berkaitan dengan hak masyarakat. Ketika lingkungan rusak, masyarakat yang paling pertama merasakan dampaknya. Karena itu, isu lingkungan harus ditempatkan sebagai bagian dari agenda advokasi dan gerakan sosial,” tegas Andi Ikky Fernando.

Ia menambahkan, gerakan lingkungan membutuhkan keberlanjutan dan kolaborasi lintas sektor. Menurutnya, reboisasi tidak boleh berhenti pada aktivitas menanam pohon, tetapi harus dilanjutkan dengan perawatan, pengawasan, edukasi, serta keterlibatan masyarakat dalam menjaga kawasan yang telah dihijaukan.

“Gerakan lingkungan tidak boleh berhenti pada seremoni penanaman. Setelah pohon ditanam, ada tanggung jawab untuk merawat dan memastikan keberlanjutannya. Di situlah pentingnya kolaborasi antara organisasi mahasiswa, pemerintah, aparat, organisasi keagamaan, dan masyarakat,” jelasnya.

Selain reboisasi, PMII Gowa juga melakukan pembagian bendera Merah Putih kepada masyarakat. Agenda tersebut menjadi simbol bahwa nasionalisme tidak hanya diwujudkan melalui pengibaran bendera dan perayaan kemerdekaan, tetapi juga melalui kepedulian terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat dan lingkungan.

Bagi PMII Gowa, nasionalisme dan kepedulian terhadap lingkungan merupakan dua hal yang dapat berjalan beriringan. Mencintai Indonesia berarti turut menjaga tanah, air, hutan, serta ruang hidup masyarakat yang menjadi bagian dari kekayaan bangsa.

Kegiatan tersebut sekaligus mempertegas posisi PMII sebagai organisasi gerakan yang tidak hanya berorientasi pada kaderisasi dan pengembangan intelektual mahasiswa, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk hadir di tengah berbagai persoalan masyarakat.

PMII Cabang Gowa berkomitmen untuk terus membangun kolaborasi dengan berbagai pihak dalam mendorong agenda sosial dan lingkungan yang berkelanjutan. Ke depan, gerakan tersebut diharapkan tidak berhenti pada momentum Hari Kemerdekaan, tetapi berkembang menjadi gerakan lingkungan yang konsisten dan memberikan dampak jangka panjang bagi masyarakat Kabupaten Gowa.

Merawat lingkungan adalah bagian dari merawat kehidupan. Mengisi kemerdekaan berarti menghadirkan kerja nyata untuk masyarakat dan negeri.