Newskata.com, Takalar — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Alauddin Makassar Angkatan 79 Posko 3 Desa Bontoloe, Kecamatan Galesong, Kabupaten Takalar, menggelar Seminar Program Kerja sebagai bagian dari rangkaian awal pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat di Desa Bontoloe.
Seminar tersebut menjadi momentum bagi mahasiswa untuk memaparkan sejumlah program yang telah dirancang berdasarkan hasil observasi dan pemetaan kondisi masyarakat di enam dusun Desa Bontoloe. Penyusunan program dilakukan dengan mempertimbangkan karakteristik, potensi, serta kebutuhan masyarakat di masing-masing wilayah.
Kepala Desa Bontoloe, H. Amir Guliling, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran mahasiswa KKN UIN Alauddin Makassar Angkatan 79 di Desa Bontoloe.
“Terima kasih kepada mahasiswa KKN UIN Alauddin Makassar Angkatan 79. Semoga kehadiran kalian dapat memberi manfaat terhadap masyarakat Desa Bontoloe,” ujarnya.
Desa Bontoloe merupakan salah satu wilayah di Kecamatan Galesong, Kabupaten Takalar, yang terdiri atas enam dusun. Masing-masing dusun memiliki karakteristik, kondisi sosial, serta potensi yang beragam. Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan mahasiswa KKN Posko 3 dalam menyusun program kerja agar relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Koordinator Desa (Kordes) KKN Posko 3 Desa Bontoloe, Ibnu Hajar, mengatakan bahwa penyusunan program kerja diawali dengan observasi di enam dusun. Proses tersebut dilakukan untuk mengenali kondisi masyarakat sekaligus mengidentifikasi potensi dan kebutuhan yang dapat menjadi ruang kontribusi mahasiswa selama menjalankan KKN.
“Desa Bontoloe memiliki enam dusun dengan karakteristik dan potensi masing-masing. Karena itu, program kerja yang kami susun merupakan hasil dari proses observasi yang kami lakukan di enam dusun tersebut. Kami berusaha agar program yang hadir bukan sekadar kegiatan mahasiswa, tetapi benar-benar memiliki keterkaitan dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat,” ujar Ibnu Hajar.
Ia menambahkan, penyusunan program kerja merupakan hasil kerja kolektif seluruh anggota Posko 3. Setiap anggota terlibat dalam proses observasi, diskusi, pemetaan potensi, hingga perumusan program yang kemudian disepakati bersama.
“Apa yang kami susun hari ini tentunya tidak terlepas dari kerja keras teman-teman Posko 3. Kami bekerja secara kolektif, saling berbagi gagasan, berdiskusi, dan mengambil keputusan bersama. Bagi saya, lima program kerja ini adalah hasil kerja tim, bukan hasil kerja satu atau dua orang. Kerja sama yang baik dari seluruh teman-teman menjadi kekuatan utama kami dalam menyusun program yang mudah-mudahan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Desa Bontoloe,” ungkapnya.
Usung Lima Program Kerja
Berdasarkan hasil observasi dan pemetaan tersebut, mahasiswa KKN Posko 3 merancang lima program kerja utama yang mencakup berbagai aspek kehidupan masyarakat, mulai dari kemasyarakatan, kesehatan, pertanian, pendidikan, hingga pengembangan UMKM.
Kelima program tersebut yakni GEMA BONTOLOE, yang berfokus pada kegiatan kemasyarakatan; SAPA SEHAT, yang bergerak di bidang kesehatan; SIBAWANG, yang mengangkat potensi pertanian; AKAR ILMU, yang berfokus pada pendidikan; serta NAFAS UMKM, yang diarahkan pada penguatan dan pengembangan UMKM masyarakat Desa Bontoloe.
Program-program tersebut dirancang dengan menempatkan masyarakat sebagai bagian penting dalam proses pelaksanaannya. Mahasiswa tidak hanya berperan sebagai pelaksana kegiatan, tetapi juga membangun komunikasi dan kerja sama dengan pemerintah desa, tokoh masyarakat, pemuda, kader, pelaku UMKM, serta berbagai unsur masyarakat lainnya.
Menurut Ibnu Hajar, keberadaan mahasiswa KKN di Desa Bontoloe bukan semata-mata untuk menyelesaikan program kerja, tetapi juga menjadi kesempatan untuk belajar dan bertumbuh bersama masyarakat.
“Kami datang sebagai mahasiswa, tetapi kami ingin pulang dengan membawa pengalaman, pembelajaran, dan kenangan baik, serta meninggalkan sesuatu yang bermanfaat bagi Desa Bontoloe. Kami menyadari bahwa waktu kami di desa ini terbatas, tetapi kami ingin setiap langkah yang kami lakukan dapat memberikan manfaat, sekecil apa pun itu.” ucapnya
Seminar program kerja tersebut juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menerima masukan dari Pemerintah Desa Bontoloe dan masyarakat. Masukan tersebut diharapkan dapat menjadi bahan penyempurnaan agar setiap program yang telah dirancang dapat dilaksanakan secara lebih tepat sasaran dan sesuai dengan kondisi di lapangan.
Kehadiran mahasiswa KKN UIN Alauddin Makassar Angkatan 79 Posko 3 diharapkan tidak hanya menghadirkan rangkaian kegiatan selama masa pengabdian, tetapi juga membangun hubungan yang baik dengan masyarakat serta meninggalkan manfaat yang dapat terus dirasakan setelah masa KKN berakhir.
Dengan semangat pengabdian, kebersamaan, dan kerja kolektif, KKN UIN Alauddin Makassar Angkatan 79 Posko 3 Desa Bontoloe berkomitmen menjadikan setiap program sebagai ruang belajar bersama sekaligus bentuk kontribusi nyata bagi masyarakat di enam dusun Desa Bontoloe, Kecamatan Galesong, Kabupaten Takalar.
