Newskata.com, Maros — Surat Keputusan (SK) Kepengurusan Caretaker DPD II KNPI Maros diserahkan kepada Abdillah di Kafe Al-Fayyad, Kabupaten Maros, Rabu (2/9/2026).
Penyerahan SK tersebut dilakukan oleh Wakil Ketua DPD KNPI Sulawesi Selatan, Yudi Arianto, yang mewakili Ketua DPD KNPI Sulsel, Vonny Ameliani Suardi.
Abdillah dipercaya mengemban amanah sebagai Ketua Caretaker DPD II KNPI Maros. Penunjukan tersebut diharapkan menjadi bagian dari upaya menjaga keberlangsungan organisasi sekaligus membuka ruang konsolidasi bagi organisasi kepemudaan di Kabupaten Maros.
Penyerahan SK turut disaksikan Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Ir. M. Irfan AB.
Yudi mengatakan, mandat kepada kepengurusan caretaker tidak semata-mata berkaitan dengan keberlangsungan administratif organisasi. Menurutnya, hal yang lebih penting adalah membangun kembali komunikasi dan kebersamaan di antara berbagai kelompok pemuda.
“Penyerahan SK ini merupakan amanah organisasi. Kami berharap Saudara Abdillah dapat menjalankan tugas dengan baik, membangun komunikasi dengan seluruh elemen kepemudaan, serta membawa KNPI Maros semakin solid dan aktif memberikan kontribusi bagi daerah,” ujar Yudi.
KNPI Didorong Jadi Ruang Kolaborasi Pemuda
Sementara itu, Abdillah mengatakan kepercayaan yang diberikan kepadanya akan dijalankan dengan mengedepankan semangat kebersamaan. Ia menilai KNPI harus mampu menjadi ruang bertemunya berbagai gagasan dan kepentingan pemuda.
“KNPI bukan hanya menjadi ruang berhimpun pemuda, tetapi juga harus mampu menjadi wadah untuk melahirkan gagasan, kreativitas, dan kontribusi nyata bagi pembangunan Kabupaten Maros,” kata Abdillah.
Untuk itu, konsolidasi dengan organisasi kepemudaan dan berbagai elemen masyarakat menjadi salah satu agenda yang akan didorong selama menjalankan kepengurusan caretaker.
Menurut Abdillah, komunikasi lintas organisasi diperlukan agar program kepemudaan tidak berjalan sendiri-sendiri. Sinergi tersebut diharapkan dapat membuka lebih banyak ruang bagi pemuda untuk terlibat dalam pembangunan daerah.
Pemuda Harus Diberi Ruang dalam Pembangunan
Di tempat yang sama, Ir. M. Irfan AB mengatakan keberadaan KNPI memiliki posisi strategis dalam membangun komunikasi antara generasi muda dan pemerintah.
Menurutnya, pemuda tidak cukup hanya menjadi penerima manfaat pembangunan, tetapi juga perlu diberikan ruang untuk terlibat dalam menentukan arah pembangunan daerah.
“Pemuda harus diberikan ruang untuk menyampaikan gagasan dan terlibat dalam proses pembangunan. Karena itu, konsolidasi KNPI Maros harus mampu melahirkan energi baru dan memperkuat kolaborasi antarpemuda,” ujar Irfan.
Ia berharap kepengurusan caretaker dapat menjalankan amanah organisasi secara terbuka serta merangkul berbagai kelompok kepemudaan di Kabupaten Maros.
“Yang paling penting adalah bagaimana KNPI bisa menjadi rumah bersama bagi pemuda. Perbedaan latar belakang organisasi jangan menjadi penghalang untuk bekerja sama. Justru dari keberagaman itu kita bisa melahirkan gagasan yang lebih baik untuk Maros,” katanya.
Irfan menambahkan, sinergi antara organisasi kepemudaan, pemerintah daerah, dan lembaga legislatif perlu terus dibangun. Dengan komunikasi yang baik, aspirasi pemuda dapat disampaikan sekaligus diterjemahkan ke dalam program pembangunan yang lebih konkret.
Kehadiran Irfan dalam penyerahan SK tersebut menjadi bagian dari momentum untuk memperkuat komunikasi antara organisasi kepemudaan dan para pemangku kebijakan.
Bagi KNPI Maros, kepengurusan caretaker diharapkan tidak berhenti pada penataan internal organisasi. Kepengurusan tersebut juga dituntut mampu membangun konsolidasi dan menghadirkan program yang relevan dengan kebutuhan pemuda.
Penyerahan SK ini pun menjadi titik awal bagi proses konsolidasi kepemudaan di Maros, sekaligus upaya menempatkan KNPI sebagai wadah yang mampu mempertemukan berbagai potensi dan gagasan generasi muda untuk pembangunan daerah.
