Newskata.com, Makassar – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Makassar mematangkan persiapan menghadapi program Bawaslu Membelajarkan Volume II yang diinisiasi oleh Bawaslu Republik Indonesia.

Persiapan tersebut dibahas dalam rapat yang dihadiri seluruh jajaran Bawaslu Kota Makassar di Ruang Media Centre Bawaslu Kota Makassar, Rabu (5/8/2026). Rapat ini menjadi langkah awal untuk menyusun strategi sekaligus memperkuat koordinasi internal dalam mengikuti program nasional tersebut.

Program Bawaslu Membelajarkan Volume II mengusung tema “Ekosistem Kolaborasi untuk Pengawasan Pemilu 2029”. Program ini menjadi wadah pembelajaran kolaboratif yang mengintegrasikan kajian konseptual, pengalaman empiris, praktik baik (best practices), inovasi, serta berbagai isu strategis kepemiluan dalam sistem pembelajaran yang terstruktur.

Melalui program tersebut, Bawaslu RI mendorong terbangunnya budaya organisasi pembelajar (learning organization) sekaligus memperkuat sistem manajemen pengetahuan (knowledge management) di lingkungan Bawaslu.

Seluruh Bawaslu Provinsi dan Bawaslu Kabupaten/Kota di Indonesia turut berpartisipasi sebagai peserta maupun presenter melalui sejumlah tahapan, mulai dari Video-Based Learning Stage, Knowledge Showcase (Comparative Learning Stage), hingga National Excellence Stage atau Grand Final Nasional.

Dalam rapat persiapan tersebut, jajaran Bawaslu Kota Makassar membahas berbagai strategi, mulai dari penyusunan materi, pembagian tugas antar-divisi, hingga pengumpulan data dan dokumentasi praktik terbaik yang telah dilaksanakan selama proses pengawasan Pemilu maupun Pemilihan.

Pembahasan juga diarahkan pada penyusunan konsep video pembelajaran yang informatif, inovatif, dan relevan dengan tema yang telah ditentukan.

Ketua Bawaslu Kota Makassar, Dr. Dede Arwinsyah, mengajak seluruh jajaran memanfaatkan program tersebut sebagai ruang untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman kelembagaan.

“Program ini bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran bersama untuk mendokumentasikan pengalaman, inovasi, dan praktik baik yang telah dilakukan Bawaslu Kota Makassar. Karena itu, seluruh jajaran diharapkan berkontribusi aktif sesuai tugas dan fungsi masing-masing agar menghasilkan materi pembelajaran yang berkualitas,” ujarnya.

Dengan koordinasi yang solid serta kolaborasi antar-divisi, Bawaslu Kota Makassar optimistis dapat menghasilkan karya terbaik yang tidak hanya memenuhi indikator penilaian, tetapi juga memberikan manfaat bagi penguatan kapasitas kelembagaan.

Lebih jauh, hasil pembelajaran dan praktik baik tersebut diharapkan dapat menjadi referensi bagi jajaran Bawaslu di seluruh Indonesia dalam memperkuat sistem pengawasan serta menghadapi penyelenggaraan Pemilu dan Pemilihan Tahun 2029.