Para peserta Coaching Make Up Artist "Women Empowerment Through Beauty Art" yang diselenggarakan DPC PDI Perjuangan Kota Makassar dalam rangka Bulan Bung Karno 2026 di Hotel Claro Makassar.

Newskata.com, Makassar – DPC PDI Perjuangan Kota Makassar terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong pemberdayaan perempuan melalui pengembangan ekonomi kreatif. Salah satu wujud nyata komitmen tersebut adalah penyelenggaraan Coaching Make Up Artist bertajuk “Women Empowerment Through Beauty Art”, sebuah pelatihan yang dirancang untuk membekali perempuan Generasi Z dengan keterampilan di bidang tata rias sekaligus membuka peluang berwirausaha di industri kecantikan.

Kegiatan yang merupakan bagian dari rangkaian Bulan Bung Karno 2026 ini digelar di Hotel Claro Makassar, Ruang Mahoni 1, dan diikuti oleh 56 peserta perempuan Generasi Z tanpa dipungut biaya. Pelatihan menghadirkan Make Up Artist profesional, Cindy Macciano, yang memberikan materi mulai dari teknik dasar tata rias hingga strategi membangun karier dan usaha di industri kecantikan.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Makassar, Andi Suhada Sappaile, mengatakan bahwa selama ini beauty art masih sering dipandang sebatas hobi atau bagian dari gaya hidup. Padahal, sektor tersebut memiliki prospek ekonomi yang besar dan mampu menjadi sumber penghasilan bagi generasi muda, khususnya perempuan.

“Melalui kegiatan ini kami ingin mengubah cara pandang tersebut. Beauty art bukan hanya tentang mempercantik penampilan, tetapi juga menciptakan peluang usaha, membangun kemandirian ekonomi, serta melahirkan wirausaha muda yang mampu bersaing di era ekonomi kreatif,” ujar Andi Suhada.

Menurutnya, PDI Perjuangan tidak hanya hadir melalui aktivitas politik, tetapi juga lewat program-program pemberdayaan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Pelatihan keterampilan yang relevan dengan perkembangan zaman diharapkan mampu membuka akses yang lebih luas bagi perempuan muda untuk memperoleh penghasilan dari potensi yang selama ini belum banyak mendapat perhatian.

Selama pelatihan, peserta mengikuti praktik tata rias secara langsung, sesi berbagi pengalaman bersama narasumber, serta pembekalan mengenai strategi membangun usaha jasa make up, pemasaran digital, dan penguatan personal branding. Bekal tersebut diharapkan menjadi modal awal bagi peserta untuk merintis usaha secara mandiri.

Ketua Panitia, Fikhran Noer, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi semangat Bulan Bung Karno yang tidak hanya mengenang sejarah perjuangan bangsa, tetapi juga menghadirkan program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Semangat Bung Karno adalah membangun manusia Indonesia yang berdikari. Karena itu, kami menghadirkan pelatihan yang mampu meningkatkan kapasitas perempuan muda agar memiliki keterampilan, kepercayaan diri, dan keberanian untuk menciptakan peluang usaha sendiri. Kami berharap dari kegiatan ini lahir beautypreneur muda yang mampu membuka lapangan kerja dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah,” kata Fikhran.

Ia menambahkan, pertumbuhan industri kecantikan yang semakin pesat, didukung oleh perkembangan media digital dan tingginya permintaan pasar, menjadi peluang yang patut dimanfaatkan oleh Generasi Z. Dengan keterampilan yang memadai, perempuan muda tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menjadi pelaku usaha yang mandiri dan inovatif.

Melalui program Women Empowerment Through Beauty Art, DPC PDI Perjuangan Kota Makassar menegaskan bahwa pemberdayaan perempuan merupakan bagian penting dari upaya membangun ekonomi kerakyatan. Dengan mengangkat potensi beauty art sebagai sektor ekonomi kreatif yang menjanjikan, PDI Perjuangan berharap semakin banyak perempuan Gen Z yang mampu mengubah keterampilan menjadi profesi, menciptakan lapangan kerja, serta berkontribusi terhadap kesejahteraan keluarga dan kemajuan daerah.