Newskata-Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam Sulawesi Selatan (Badko HMI Sulsel) mendesak Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menertibkan aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin di Bajo Barat Kabupaten Luwu.
Dalam pernyataannya, Badko HMI Sulsel yang melakukan aksi Demonstrasi di depan Kantor Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup (Pusdal-LH) Wilayah Sulawesi-Maluku mengungkapkan bahwa adanya pengrusakan lingkungan yang dilakukan oleh aktivitas PETI di Bajo Barat.
“Kami mendesak agar pihak Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) segera melakukan tindakan tegas terhadap para oknum dan juga aktivitas tambang ilegal di Bajo Barat,” ungkap Ketua Badko HMI Bidang PTKP, Muhammad Rafly Tanda.
Rafly melanjutkan bahwa aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin tersebut mengakibatkan kerusakan lingkungan di sepanjang bantaran Sungai Suso di Bajo Barat.
“Terjadi kerusakan lingkungan dan juga ekosistem di sepanjang bantaran Sungai Suso yang disebabkan oleh aktivitas PETI di Bajo Barat. Tentu ini sangat kami sayangkan dan kami mendesak agar KLH melakukan tindakan tegas terhadap oknum atau para pelaku yang terlibat dalam PETI tersebut,” tegasnya.
Menanggapi pernyataan Badko HMI Sulsel, KLH yang diwakili oleh Kepala Penegakan Hukum Wilayah Sulawesi-Maluku Muhammad Ihsan mengungkapkan akan melakukan tindakan tegas terhadap pelaku pengrusakan lingkungan yang disebabkan oleh aktivitas PETI di Bajo Barat.
Selain itu, Muhammad Ihsan juga menyebut bahwa akan melakukan koordinasi dengan Aparat Penegak Hukum dalam rangka melakukan penertiban terkait aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin di Bajo Barat.
