Newskata- MIAMI – Empat tahun lalu, dunia terpana: Arab Saudi—tim peringkat di bawah nomor 50—menjatuhkan Argentina 2-1 pada 22 November 2022, meruntuhkan rentetan tak terkalahkan 36 laga sejak Juli 2019 . Kini bayang serupa datang kembali. Di Stadion Hard Rock, Miami, Sabtu (4/7) pukul 05.00 WIB, Lionel Messi kawan berhadapan Tanjung Verde—peringkat dunia ke‑64, negeri sepuluh pulau berpenduduk kurang dari setengah juta jiwa, yang tampil pertama kali di Piala Dunia ini .
Bukan lagi sekadar pertemuan juara bertahan lawan pendatang baru. Tanjung Verde—Si Hiu Biru—telah menghapus anggapan “hanya pelengkap”. Di fase grup, mereka tak terkalahkan: menahan imbang mantan juara dunia Spanyol dan Uruguay, serta mengimbangi Arab Saudi—pasukan yang dulu mengguncang Argentina. Catatan itu membuat pelatih Lionel Scaloni tak berani melirik sebelah mata. “Mereka tak datang sekadar hadir. Ini tim yang tak pernah kalah sejauh ini,” tegasnya .
Beda dengan Qatar 2022, kini Argentina datang lebih siap. Mereka telah mencermati bagaimana Si Hiu Biru menjaga pertahanan rapat, memanfaatkan serangan balik tajam, dan menjaga ketenangan di bawah tekanan. Pengalaman pahit masa lalu dijadikan pijakan: waspada, tak jumawa, dan tak menyepelekan apa pun.
Kepercayaan diri justru menyala di kubu Tanjung Verde. Presiden Jose Maria Neves berani berkata tegas kepada BBC: “Saya yakin kami bisa menang 1‑0.” Pelatih Bubista menguatkan tekad itu: “Bagi kami, kata mustahil sudah tak ada lagi di kamus.” Mereka sudah menaklukkan keraguan sejarah, menyingkirkan raksasa kualifikasi, dan kini menantang sang penguasa dunia .
Di satu sisi ada kejeniusan Messi, bekal gelar juara dunia, serta kematangan strategi Scaloni. Di sisi lain ada semangat tak terduga, tekad baja, dan keberanian membalikkan kenyataan—persis seperti yang dilakukan Arab Saudi dulu.
Miami akan menjadi saksi: apakah sejarah keajaiban terulang lagi, atau kehebatan Argentina membungkam segala kemungkinan?
