Newskata– Jakarta – Perpaduan antara harapan masa depan dan keagungan budaya bangsa mewarnai peringatan Hari Anak Nasional ke-42 sekaligus Hari Kebaya Nasional ke-3 tahun 2026. Hadir dalam momen penuh makna ini, Wakil Ketua Umum Srikandi Pengusaha Properti Indonesia (SRIDEPPI) menegaskan komitmen organisasi dalam menjaga warisan leluhur sekaligus mempersiapkan tongkat estafet bangsa yang lebih tangguh.

Kehadiran perwakilan SRIDEPPI bukan sekadar menghadiri seremoni, melainkan sebuah pernyataan sikap: pengusaha properti perempuan tidak hanya bergerak dalam dunia pembangunan fisik, melainkan juga membangun pondasi karakter bangsa dan melestarikan identitas yang tak ternilai harganya.

“Anak-anak adalah fondasi kita yang sesungguhnya, sedangkan kebaya adalah wajah jati diri kita yang tak tergantikan,” ujar Wakil Ketua Umum SRIDEPPI dalam kesempatan itu dengan tutur yang tegas namun berwibawa. “Merayakan Hari Anak tanpa memastikan mereka tumbuh dalam lingkungan yang beradab dan berbudaya hanyalah kata-kata kosong. Mengenakan kebaya tanpa memahami filosofi kesopanan, kekuatan, dan keanggunan yang tersemat di dalamnya hanyalah selembar kain yang kehilangan jiwanya.”

Peringatan tahun ini menjadi momen refleksi yang tajam: di tengah derasnya arus perubahan zaman, SRIDEPPI hadir untuk memastikan dua hal ini tetap berdiri tegak—memastikan setiap anak Indonesia mendapatkan haknya untuk tumbuh, berkembang, dan bermimpi setinggi langit; serta menjaga kebaya sebagai simbol kebanggaan, martabat, dan kewibawaan perempuan nusantara yang tak luntur dimakan waktu.

Momen ini juga menjadi bukti nyata bahwa dunia usaha, khususnya kalangan pengusaha properti perempuan, memiliki tanggung jawab besar melampaui sekadar keuntungan bisnis. Mereka menjadi jembatan yang menghubungkan kemajuan pembangunan dengan kelestarian nilai luhur bangsa.

“Kami membangun gedung dan hunian, namun yang paling utama kami bangun adalah peradaban. Dan peradaban yang baik dimulai dari anak-anak yang terpelihara, serta budaya yang dijunjung tinggi,” tegasnya menutup pernyataan, membiarkan makna mendalam itu meresap ke dalam sanubari setiap hadirin yang menyaksikan.

By admin