Newskata.com, Makassar – Ketua KNPI Kecamatan Bontoala, Muh. Rustam, bersama jajaran turun langsung ke lokasi kebakaran di Jl. Kandea 3 Lorong 2 dan Lorong 3, Kelurahan Baraya, Kecamatan Bontoala, Kota Makassar, Selasa (11/8/2026).
Kehadiran jajaran KNPI Bontoala tersebut merupakan bentuk kepedulian pemuda terhadap masyarakat yang terdampak musibah kebakaran yang menghanguskan puluhan rumah.
Muh. Rustam bersama jajaran meninjau langsung kondisi pascakebakaran sekaligus berdialog dengan warga terdampak. Peninjauan tersebut dilakukan untuk mengetahui kondisi terkini sekaligus mengidentifikasi kebutuhan warga yang masih diperlukan setelah musibah.
Dalam penanganan pascakebakaran, KNPI Kecamatan Bontoala melakukan koordinasi melalui Bidang Sosial, Kemanusiaan dan Kependudukan dengan pemerintah setempat. Koordinasi tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat teridentifikasi dan ditindaklanjuti secara tepat.
Ketua KNPI Kecamatan Bontoala, Muh. Rustam, mengatakan bahwa kehadiran pemuda di tengah masyarakat merupakan bagian dari tanggung jawab sosial organisasi.
“Kami hadir untuk melihat langsung kondisi warga yang terdampak. Melalui Bidang Sosial, Kemanusiaan dan Kependudukan, kami terus berkoordinasi dengan pemerintah setempat agar kebutuhan warga dapat segera ditindaklanjuti,” ujarnya.
Menurut Rustam, perhatian terhadap masyarakat terdampak kebakaran tidak boleh berhenti setelah api berhasil dipadamkan. Pascabencana, warga masih menghadapi berbagai kebutuhan dasar serta membutuhkan dukungan untuk memulihkan kehidupan mereka.
“Ini bukan hanya persoalan hari ini. Warga membutuhkan dukungan dalam proses pemulihan. Karena itu, kami akan terus berkoordinasi dan berupaya mengambil bagian sesuai kapasitas KNPI,” kata Muh. Rustam.
37 Rumah dan 245 Jiwa Terdampak
Berdasarkan asesmen awal, kebakaran yang terjadi di kawasan Jl. Kandea 3 Lorong 2 dan Lorong 3 tersebut berdampak pada 37 rumah, dengan jumlah warga terdampak mencapai 245 jiwa dari 60 kepala keluarga (KK).
Data tersebut menjadi perhatian KNPI Bontoala dalam melakukan pemantauan dan koordinasi penanganan pascakebakaran, khususnya terkait kebutuhan dasar warga yang terdampak.
Menurut KNPI Bontoala, kondisi warga pascakebakaran membutuhkan perhatian bersama dari berbagai pihak. Tidak hanya pemerintah, tetapi juga organisasi kepemudaan, organisasi sosial, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat secara umum.
Karena itu, KNPI Bontoala membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak untuk bersama-sama membantu warga yang terdampak agar dapat melewati masa pemulihan dengan lebih baik.
Muh. Rustam menegaskan, KNPI Bontoala akan terus memantau kondisi warga serta berkoordinasi dengan pemerintah setempat dalam mengidentifikasi kebutuhan masyarakat.
“Kami berharap seluruh elemen masyarakat dapat bersama-sama memberikan perhatian kepada saudara-saudara kita yang terdampak. Semoga dengan gotong royong dan kepedulian bersama, warga dapat segera bangkit dan kembali menjalani kehidupan dengan lebih baik,” tuturnya.
Kehadiran KNPI Bontoala di lokasi kebakaran menjadi bagian dari komitmen organisasi kepemudaan untuk tidak hanya menjalankan fungsi kepemudaan, tetapi juga hadir dalam persoalan sosial dan kemanusiaan yang dihadapi masyarakat.
Dengan semangat gotong royong, KNPI Bontoala berharap proses pemulihan warga terdampak dapat berjalan dengan baik dan kebutuhan mereka mendapat perhatian dari seluruh pihak terkait.
